22 Hari Mati Mesin, Basarnas Evakuasi ABK Kapal Ikan

Sebuah kapal ikan mengalami mati mesin di tengah laut Arafuru Sejak 3 Februari 2022. Basarnas akhirnya melakukan evakuasi satu orang ABK yang tersisa di kapal  KM. Sepakat III dengan selamat.

Penyelamatan ini dilakukan berdasarkan permohonan evakuasi dari Maikel Lamber melalui telepon seluler ke Kantor Basarnas Merauke pada pukul 08.10 WIT.

22 Hari Mati Mesin, Basarnas Evakuasi ABK Kapal Ikan
22 Hari Mati Mesin, Basarnas Evakuasi ABK Kapal Ikan. Foto: Basarnas Merauke

Diketahui Maikel (40 th/laki-laki) adalah Nahkoda dari KM. Sepakat III yang kapalnya mengalami mati mesin sejak tanggal 3 Februari lalu di perairan laut Arafuru tepatnya di perairan sekitar kampung Kuler.

Diperkirakan jarak dari tepian pantai kampung Kuler ke lokasi kapal ikan adalah sekitar 2 kilometer. Jika dihitung dari dermaga merauke jaraknya sekitar 20 kilometer.

Baca:   Dosen UIN Alauddin Makassar Bersinergi Dengan Masyarakat Membangun Desa Melalui BUMDES

Atas laporan ini, Basarnas Merauke mengerahkan tim untuk melakukan evakuasi terhadap korban diatas kapal pada pukul 08.25 wit mempergunakan 1 (satu) buah Rigid Inflatable Boat (RIB).

Dalam sambungan teleponnya Maikel menceritakan bahwa kapalnya sudah mati sejak tanggal 3 Februari lalu dan jumlah keseluruhan anak buah kapal berjumlah 13 orang.

Namun sebelas orang diantaranya sudah di evakuasi kapal nelayan lainnya untuk menuju ke Merauke dan meninggalkan Nahkoda dan Kepala Kamar Mesin atas nama Irfan Wala (40 th/laki-laki).

Mereka berdua berupaya untuk tetap mengupayakan agar mesin kapalnya bisa diperbaiki sejak saat itu. Namun hingga laporan diterima pagi ini, mesin induk kapal ikan tersebut tidak kunjung dapat dihidupkan kembali.

Baca:   Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, STIM Lasharan Jaya Makassar tanda tangani MOU dengan Pemkab Maros

Akhirnya pada pukul 10.30 wit, 2 (dua) ABK korban kapal mati mesin berhasil di evakuasi oleh tim Rescue. Posisi kapalnya telah bergeser cukup jauh dari posisi awal dilaporkan disebabkan oleh pasang surut air laut.

Keduanya lantas dibawa menuju ke dermaga alut Basarnas Merauke di kampung Sidomulyo. Baik Maikel maupun Irfan dilaporkan dalam kondisi sehat sehingga tidak perlu mendapat tindakan medis.

Pukul 12.50 wit RIB yang membawa korban bersandar di dermaga dan keduanya (korban.red) langsung diantar untuk diserahkan ke perwakilan perusahaan.

“Mereka berdua sehat dan langsung kita serahkan ke pihak perusahaan” ujar Kepala Seksi Operasi Fajar Yuniarto selaku Sar Mission Coordinator (SMC). “Cuaca di laut pagi tadi memang sedikit kurang bersahabat namun menjelang siang jauh lebih kondusif sehingga proses evakuasi berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti” tutup Fajar seperti yang dikutip dari rilis Basarnas.

Baca:   Kebakaran Mall Tunjungan Plaza, PMK Turunkan 13 Kendaraan

KM. Sepakat III GT 88, berwarna biru dan merah ini adalah kapal ikan milik PT. Bal Aneka Hasil Laut yang bertempat di Gudang Arang Merauke. Kapal ini mencari ikan di fishing ground perairan Arafuru.

Dengan diserahkannya 2 (dua) korban tersebut maka operasi SAR dinyatakan selesai.