Rusia Serang Kyiv, Ukraina Darurat Militer

Rusia dan Ukraina kembali memanas dan menjadi konflik militer terbuka setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan operasi militer di Ukraina timur, di Kyiv, Ukraina hari Kamis (24/2/2022). Ukraina merespon dengan meneapkan status darurat militer.

Melalui pidato khusus di stasiun TV pemerintah Rusia, Putin mengatakan Rusia tidak mempunyai pilihan selain membentengi diri terhadap ancaman dari Ukraina modern.

Rusia Serang Kyiv, Ukraina Umumkan Kondisi Darurat Perang
Ikustrasi

Apa bentuk dan batasan dari operasi khusus itu hingga kini belum jelas, namun Putin menegaskan pihaknya tidak memiliki rencana menduduki wilayah Ukraina.

Berbicara dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Putin mengatakan dia telah memerintahkan pasukan Rusia untuk melindungi rakyat. Ia juga meminta militer Ukraina untuk meletakkan senjata mereka.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan Rusia telah melakukan serangan rudal terhadap infrastruktur Ukraina dan penjaga perbatasan, dan ledakan telah terdengar di banyak kota.

Dia mengatakan bahwa status darurat militer telah diumumkan dan pasukan cadangan dipanggil pada hari Rabu. Ia juga mengaku telah berbicara melalui telepon dengan Presiden AS Joe Biden.

Baca:   Balas Boikot, Rusia Blokir Akses Facebook dan Twitter

Seperti yang dilansir dari reuters, tak lama setelah Putin berbicara dalam pidato, ledakan terdengar di ibu kota Ukraina, Kyiv, sebelum fajar. Tembakan terdengar di dekat bandara dan sirene terdengar di seluruh kota.

“Putin baru saja meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina. Kota-kota Ukraina yang damai sedang diserang,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di Twitter.

“Ini adalah agresi perang. Ukraina akan mempertahankan dirinya sendiri dan akan menang. Dunia dapat dan harus menghentikan Putin. Waktunya untuk bertindak adalah sekarang,” ujarnya.

Penyebab perang Rusia dengan Ukraina

Pernyataan perang Putin itu muncul setelah Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Rusia telah menempatkan hampir 150.000 tentara di dekat Ukraina.

Tentara itu merespon kelompok separatis pro-Rusia uang meminta bantuan militer  untuk menghadapi  agresi Ukraina yang semakin berkembang ke arah genosida.

Baca:   Perang Rusia Ukraina Terkini, Ini Yang Terjadi Sampai Hari ke 16

Genosida adalah sebuah pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap satu atau sekelompok suku bangsa dengan maksud memusnahkan atau membuat punah bangsa tersebut.

Putin menegaskan Rusia akan langsung merespons jika ada pasukan asing yang berupaya menghalangi aksinya. Dia juga mengatakan bahwa Moskow akan berusaha melakukan de-militerisasi dan ‘de-Nazi-fikasi’ Ukraina.

Ukraina menolak tuduhan Rusia tentang adanya genosida terhadap orang-orang yang tinggal di wilyah timur Ukraina.

Wilayah itu telah direbut oleh separatis yang didukung Rusia pada tahun 2014. Kyiv mengatakan Putin hanya sedang mencari dalih buatan untuk menyerangnya.

Kondisi terkini perang Rusia Ukraina

Pasukan Rusia menembakkan rudal ke beberapa kota di Ukraina dan mendaratkan pasukan di pantai selatannya.

Media melaporkan bahwa pusat komando militer di Kyiv dan kota Kharkiv di timur laut telah diserang oleh rudal, sementara pasukan Rusia telah mendarat di kota pelabuhan selatan Odessa dan Mariupol.

Baca:   Ini Daftar Perusahaan Yang Boikot Rusia

Separatis yang didukung Rusia mengatakan mereka telah melancarkan serangan ke kota Shchastia yang dikuasai Ukraina di timur, kata kantor berita Rusia Interfax, dan ledakan juga mengguncang kota Donetsk di Ukraina timur yang memisahkan diri.